stilettoflirt:Dark-grey flannel pumps with an almond shaped toe and 5.5 inch heel. Absolutely necessary for my fall wardrobe. 

stilettoflirt:

Dark-grey flannel pumps with an almond shaped toe and 5.5 inch heel. Absolutely necessary for my fall wardrobe. 

(Source: lillis-carr)

@1 year ago with 6 notes

Hitori Kakurenbo: Hide and Seek By Yourself (written by Thersa Matsuura)

creepylittleworld:

Click Read More 

Read More

(Source: lillis-carr)

@2 years ago with 702 notes
spankingtushnthegiblets:spanked spotted…

spankingtushnthegiblets:

spanked spotted…

(via spankeable)

@2 years ago with 44 notes

swallowforme:

Up close cum swallow.

(Source: lillis-carr)

@2 years ago with 3321 notes
dirty-big-bang-confessions:[original]
@2 years ago with 36 notes
creativealliance:Love Woodberry Kitchen? So do we!Our workshop, Woodberry Cocktails, explores the now iconic restaurant

creativealliance:

Love Woodberry Kitchen? So do we!

Our workshop, Woodberry Cocktails, explores the now iconic restaurant

(Source: lillis-carr)

@2 years ago with 4 notes

(Source: lillis-carr, via arzitekt)

@2 years ago with 8 notes

Tentang Adam dan Hawa 

heyshofy:

Selain dari Al Qur’an, belum pernah saya membaca literatur tentang dua manusia ini. Al Qur’an pun hanya sekedar lewat. Memalukan memang. Dua puluh dua tahun Islam menjadi nafas saya sehari-hari, tapi amat jarang saya menemukan makna tersirat dibalik sekedar ayat-ayat yang dilantunkan indah. 

Oke. Saya seorang Hawa, maka saya akan mengambil banyak sudut pandang Hawa. Yang saya tahu hanya sekedar kalimat berita, bahwa Hawa tercipta untuk menemani Adam. Bermateri tulang rusuk Adam. Hawa dan Adam di surga. Mereka melanggar larangan makan buah Khuldi. Kenapa Tuhan ‘melarang’? Bukankah semakin dilarang semakin ‘penasaran’? Ketika saya kecil, saya tidak pernah dilarang menonton vdeo porno. Maka saya tidak pernah sekalipun nonton. Apakah ada yang lebih dari sekedar ‘larangan’, yaitu Tuhan telah merencanakan skenario ini? 

Lupakan dugaan tidak penting. Adam dan Hawa dilempar ke Bumi. Mereka pun beranak-pinak di atasnya. Menciptakan sebuah garis yang terus bercabang tanpa batas. Hingga saat ini, menjadi sebuah ‘tradisi’ atau ‘keharusan’ yang berkembang hingga muncul pula istilah ‘menikah’ dan ‘kawin’. Hubungan laki-laki atau Adam, dan perempuan atau Hawa terus berlanjut, menjadi kompleks. Teman, pacar, suami istri, cerai, rujuk. Manusia menjalani aturan-aturan yang rumit dalam payung hubungan lawan jenis. Mereka bahagia dan sedih di dalamnya. 

Manusia semakin banyak. Tak terhingga di masa kini dan masa depan. Adam-adam dan Hawa-hawa berbaur dimana-mana. Bertaburan di atas bumi. 

Saya jadi berpikir; Apakah hakikat Adam dan Hawa masih ada di masa kini?

Maksudnya adalah; Apakah seorang Hawa masih merupakan wujud dari tulang rusuk seorang Adam? Atau sebenarnya itu sudah tidak penting lagi sekarang?

Apa yang dimaksud dengan tulang rusuk Adam? Jelas bahwa Adam ada lebih dahulu sebelum Hawa. Tanpa Adam, takkan ada tulang rusuk. Takkan ada Hawa. Lantas, bisakah ini diartikan bahwa; Hawa memang tidak berdaya tanpa Adam? 

Dengan konteks jutaan Hawa dan jutaaan Adam tersebar di segala penjuru bumi, bisakah ini masih berarti Hawa takkan berdaya tanpa Adam? 

Sederhana; Hawa hanya bisa menerima? Sederhana; siapa yang mau mengakui tulang rusuknya ada pada saya, maka saya memang Hawa-mu. Seorang Hawa yang pasif. Atau mungkin seharusnya tulang rusuk ini mencari sendiri? Ataukah seyogyanya keduanya akan saling mencari? 

Tulang rusuk ini pasti unik. Ia tak bisa dipaksakan. Ibarat mencocokkan pecahan gelas kaca bening kepada guci tanah liat yang berat, pasti takkan bisa. Maka sebanyak apapun kemungkinan demi kemungkinan yang terjadi di depan mata, kaca akan mencari kaca. Baja akan mencari baja. Tidak ada yang bisa dipaksakan. Apa arti sebuah keterpaksaan? Tak ada selain penyesalan. Tidak ada yang bisa dipaksakan, bahkan hidup- ruang dan waktu itu sendiri. Jika kini arti pertemuan tulang rusuk dan tubuh itu- saya sebut sebagai entitas tunggal- adalah dalam payung pernikahan, maka memasukkan variabel waktu dan ruang adalah berarti memaksakan. JIka ingin mendapatkan ikan, alat apa yang kamu gunakan? bom dengan kepastian hasil dan efisiensi waktu dengan konsekuensi kerusakan? Atau pancing dan kail dengan seni menunggu-ditunggu, waktu tanpa batas, tapi kebahagiaan tak terkira sebagai klimaks dari segalanya?

Oh well, Adam yang makan apel, kita yang sakit gigi!

(Source: lillis-carr)

@2 years ago with 8 notes
ockupationsmakt:Lakeside House by e2a Architects

ockupationsmakt:

Lakeside House by e2a Architects

@2 years ago with 8 notes

aarontveitgifs:

Credit: findtheword

(Source: lillis-carr)

@2 years ago with 32 notes